Jun
20
Filed Under (Motivasi) by ikabudhyardjo on 20-06-2009 and tagged , , , , ,

Antusiasme adalah hal terpenting yang hilang itu.

Sebuah tantangan sedang saya hadapi dua pekan belakangan ini. Produk yang menjadi tanggung jawab saya untuk dipasarkan mau tidak mau harus mengalami kenaikan harga jual. Perusahaan tidak mungkin lagi memberikan potongan-potongan harga seperti waktu-waktu sebelumnya karena kondisi yang semakin sulit.

Dalam dunia marketing dan sales, perubahan tentu bukanlah hal yang asing. Perubahan sedikit saja pada kondisi pasar, kondisi perusahaan, dan kondisi kompetitor bisa mengubah kebijakan-kebijakan pemasaran sewaktu-waktu. Terlebih lagi pada produk retail seperti yang menjadi tanggung jawab saya sekarang.

Namun, nampaknya hal ini belum sepenuhnya bisa dipahami oleh anggota tim saya. Mendadak etos kerja mereka menjadi surut begitu kebijakan pemasaran yang baru dikeluarkan. Memang kebijakan sebelumnya sangat memudahkan kerja mereka dan ternyata hal ini melenakan mereka hingga tidak siap menghadapi tantangan yang lebih berat.

Tiba-tiba saja tim saya kehilangan antusiasme mereka dalam menjalankan tugas pemasaran. Padahal antusiasme adalah modal utama seorang marketer, apakah dia berperan sebagai pemasar maupun penjual. Tanpa antusiasme tentu saja hampir tidak mungkin seseorang mempengaruhi orang lain. Dan tentunya urusan pengaruh mempengaruhi ini adalah modal utama seorang marketer.

Antusiasme menunjukkan bahwa seseorang yakin dengan apa yang dikatakannya. Dan tentunya seorang calon pelanggan akan lebih yakin dengan kata-kata seorang sales person jika sales yang ditemuinya menyampaikan informasi dengan antusias dan meyakinkan.

Coba ingat musim kampanye caleg yang baru berlalu kemarin, atau kita lihat saja kampanye presiden yang sedang berlangsung sekarang. Kandidat manakah yang akan memikat hati kita? Umumnya orang akan tertarik dengan seorang kandidat yang dalam penyampaian kampanyenya antusias, bukan orang yang terlihat loyo dan tidak bergairah sehingga terkesan tidak yakin akan apa yang dikatakannya. Jika dirinya sendiri tidak yakin dengan apa yang dikatakannya, bagaimana mungkin orang lain akan yakin dengan perkataannya.

Maka untuk setiap orang yang kebetulan rejekinya di bidang marketing dan sales, hendaklah bisa menjaga semangat dan antusiasme kita terhadap profesi yang sedang kita jalani ini seberat apapun tantangan yang menghadang di depan kita. Jika kita saja sebagai seorang marketer sudah tidak antusias, bagaimana mungkin kita akan memenangakan hati pelanggan?